SANG KESATRIA

Foto Saya
MAKASSAR CITY, SULAWESI SELATAN, Indonesia
Sangat baik untuk mempelajari sesuatu,bahkan dari seorang musuhpun Manusia kadang berlaku tidak wajar tidak masuk akal dan egois Namun,cintailah mereka. Jika kau buat kebaikan motif dan ambisimu akan turut di pertanyakan Namun,lakukanlah kebaikan.

Sabtu, 20 Juni 2009

KUMPULAN PUISI

Tingkap papan kayu bersegi,
Sampan sakat di Pulau Angsa;
Indah tampan kerana budi,
Tinggi bangsa kerana bahasa.
===========================
Buah berangan masaknya merah,
Kelekati dalam perahu;
Luka di tangan nampak berdarah,
Luka di hati siapa yang tahu.
=============================
Dari mana punai melayang,
Dari paya turun ke padi;
Dari mana datangnya sayang,
Dari mata turun ke hati.
============================
Pucuk pauh delima batu,
Anak sembilang di tapak tangan;
Tuan jauh di negeri satu,
Hilang di mata di hati jangan.
==================================
Kalau tuan jalan ke hulu,
Carikan saya bunga kemboja;
Kalau tuan mati dahulu,
Nantikan saya di pintu syurga.
=========================
Halia ini tanam-tanaman,
Ke barat juga akan condongnya;
Dunia ini pinjam-pinjaman,
Akhirat juga akan sungguhnya.
==========================
Malam ini merendang jagung,
Malam esok merendang serai;
Malam ini kita berkampung,
Malam esok kita bercerai.
========================
jalan-jalan ke kota paris
banyak rumah berbaris-baris
biar mati diujung keris
asal dapat dinda yang manis…
ke cimanggis membeli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
begitu banyak gadis yang singgah
hanya dinda yang memikat hati
jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati
darimana datangnya sawah
dari sawah turun ke kali
darimana datangnya cinta
dari mata turun ke hati
============================
Bau-bau jembatan tujuh,,
tempat memungut sebuah lolah,,
kalau adinda udah setujuh,,
tunggulah saya tamat sekolah,,
Pisang nangka buat kolak
Jambu biji diblendrin
Kalo nona tetep galak,
Lebaran depan ga dimaapin
menaiki kereta merknya honda
pergi selayang kerumah hanapi
bila cinta mekar di dada
siang terkenang malam termimpi
anak unta siapa yg punya
menangis iba kehilangan ibu
bila cinta sudah menyapa
rindu mulai membara dikalbu
mulanya duka kini menjadi lara
teman tiada hanyalah sendu
bila rindu mulai membara
itulah tanda cinta berpadu
hati berdetik dalam cahaya,
seperti belati menikam dada
Cinta abadi kekal selamanya
Musim berganti tapi wajah takkan lupa
cinta datang tak berwaktu
perasaan senang,sedih dan pilu tak menentu
semua hadir tanpa permisi
untuk mencoba mengisi hati
hati-hati minum digelas
kalau terlepas pecahlah nanti
cinta hati selalunya ikhlas
cinta buta yang makan hati
cinta tak memandang bulu
cinta juga tak mengenal waktu
rasakan cinta dihatimu
betapa indah mengikis kalbu
bila terluka berkata begitu
hingga terlupa cinta yang suci
cinta manusia memanglah begitu
cinta padaNYA cinta yang sejati
terluka hati karna kata udah biasa
namun terluka karna usia sungguh asa
bila kata dianggap tak bermakna
tapi usia adalah segalanya
Untuk menjadi seorang perwira
Harus bertapa di dalam gua
Kalau cinta kukuh di jiwa
Biar melayang kembali jua
papua tanah impian jiwa
kubermimpi melayang terbang kesana
teman sehati selalu bersua
karena tak bisa terpisahkan begitu saja
panah cinta tlah menancap…
kedua hati pun menyatu…
asmara semakin mendekap…
cinta takkan berlalu…
anak ayam turun ke kali
bermain air riang gembira
betapa senangnya bisa ngejunk lagi
memburu kata mengejar tawa
minum arak pahit rasanya…
tidak cocok untuk anak kuliah…
apalah daya sudah usaha…
belum apa-apa sudah binasah…
sunggulah indah si burung pipit
terbang yang tenang si burung dara
bila ku tahu bercinta sakit
takkan ku mulai dari semula
orang palembang menanam padi
negeri malaka negeri seberang
putus cinta jangan bersedih
dunia ini masih panjang
burung kakatua
hinggap dijendela
siapa yang jatuh cinta
pasti cemburu buta
Burung kakak tua udah tak berdaya
Burung adik muda terbang ke angkasa
Makasi kakek telah berjuang bela negara
Sekarang adek bahagia di hari MERDEKA
kucing kurus mandi dipapan
papan nya sikayu jati
aku kurus bukan karena kurang makan
tetapi mikirin sijantung hati
disana gunung disini gunung
ditengah tengah gunung berapi
kesana bingung kesini bingung
itulah namanya jatuh hati
=====================================
cinta adalah buta…
buta adalah cinta…
ketik C spasi D…
cape D…
(Ket: pantun gaya baru,pola AABB)
===================================
Banyak bunga di taman cuma satu kupetik
Banyak anak perawan cuma Adik yang cantik

Kamis, 18 Juni 2009

ILMU ELEKTRONIKA

Di dalam bahasa Indonesia ditulis dengan Elektronika. Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik lainnya dalam suatu adalah seperti katup termionik dan semikonduktor. Ilmu yang hanya mempelajari alat-alat seperti itu dianggap cabang dari fisika, dan desain dan pembuatan sirkuit elektronik untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis adalah bagian dari teknik elektro dan teknik kompute

Mall Elektronik. Pusat Pertokoan Elektronik yang menyediakan fasilitas mirip dengan mall di dunia nyata, pada mall eletronik ini ditampilkan produk-produk dari berbagai toko, dan jika pengunjung mall tersebut tertarik untuk membeli, pada mall elektronik ini juga disediakan berbagai fasilitas sampai termasuk transaksi. Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit dan pengirimin barang melalui pos atau jasa kurir.

Rabu, 17 Juni 2009

Obat Tradisional
Archive for the ‘jerawat’
Mentimun
Mentimun yang memiliki nama ilmiah Cucumis sativus telah lama di kenal sebagai pelengkap bahan makanan: lalapan, campuran pecel, dibuat acar, atau minuman segar.
Mentimun yang memiliki nama ilmiah Cucumis sativus, mengandung 0,65 persen protein, 0.1 persen lemak dan 2,2 persen karbohidrat. Buah tanaman merambat ini juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Biji timun sendiri mengandung racun alkoloid jenis hipoxanti, yang berfungsi untuk mengobati cacingan.
Pemakaian luar
* Jerawat.
Buah mentimun dicuci lalu diiris-iris. lrisan mentimun ditempelkan dan digosok-gosok pada kulit yang berjerawat. Lakukan setiap hari.
* Flek hitam bekas jerawat.
Ambil ujung buah mentimum sepanjang kira-kira 5 cm, lalu parut. Ambil kunyit sebesar ibu jari, kemudian ditumbuk dan ambil airnya. Air kunyit itu dicampurkan dalam mentimum yang sudah diparut itu. Kemudian sapukanlah ke wajah. Lakukan setiap hari sampai flek menghilang. Atau, Anda bisa menggunakan spray toner buatan sendiri. Caranya, parut satu buah mentimun yang sudah dikupas. Saring dan ambil airnya, campurkan dengan dua sendok teh madu. Kemudian masukkan campuran itu ke dalam botol yang dilengkapi laat penyemprot. Semprotkan ke wajah dua kali sehari.
* Sakit tenggorokan.
Caranya, campurkan sedikit biji mentimun dengan sedikit garam. Kemudian tambahkan air. Gunakan campuran itu untuk berkumur.
Diminum atau dikonsumsi
* Tekanan darah tinggi.
Caranya, 2 buah ketimun segar dicuci bersih lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.
* Sariawan.
Setiap hari makan buah ketimun sebanyak 9 buah. Lakukan secara rutin.
* Membersihkan ginjal.
Mentimun segar dicuci lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring. Airnya diminum sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan mentimun.
* Demam.
Ambil mentimun secukupnya, dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diletakkan di atas perut.
* Haid tidak teratur.
Giling halus 10 lembar daun cocor bebek, 5 jari labu air, 5 buah majakan, 1 buah mentimun, 10 lembar daun dadap srep, 10 lembar daun sambaing colok, tambahkan air garam secukupnya. Kemudian diusapkan ke perut, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.
* Sebagai penyegar mulut.
Setelah menyikat gigi, makanlah beberapa iris buah mentimun. Nafas Anda pun akan terasa segar.
Posted on on Februari 7th, 2009 in Demam, Mentimun, Sariawan, darah tinggi, ginjal, haid, jerawat, penyegar mulut, radang tenggorokan | No Comments »
Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh (avverhoa bilimbi) adalah tanaman asli amerika yang tumbuh subur di darah yang banyak mendapat sinar matahari langsung tetapi cukup kelembaban udaranya.
Belimbing wuluh dengan kandungan zat kimia di dalamnya(kalsium oksalat, sulfur, asam format etc…) berkhasiat untuk pengobatan beberpa macam penyakit, seperti:
1. Gusi Berdarah
Konsumsi secara rutin belimbing wuluh yang segar atau bisa juga yang sudah di buat manisan
2. Jerawat
Untuk pengobatan luar. Cuci 3 belimbing wuluh yang segar, di parut dan beri sedikit garam. Tempelkan parutan tadi pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari
3. Darah Tinggi
* Siapkan 3 buah belimbing wuluh
* Biji sriganding 25 gram, cuci bersih lalu tumbuk hingga halus
* Masak 4 gelas air, tambahkan belimbing wuluh dan biji sriganding.
* Dinginkan, lalu saring ramuan
* Minum satu gelas sehari
Posted on on Februari 7th, 2009 in Belimbing Wuluh, Gusi Berdarah, darah tinggi, jerawat | No Comments »
Pepaya
Pohon pepaya sudah terkenal sejak dahulu sebagai tanaman berkhasiat atau herbal yang dapat meyembuhkan berbagai macam penyakit. Tanaman berkhasiat ini selain pergunakan untuk obat tradisional, juga di pergunakan untuk berbagai macam keperluan seperti memasak daging dan menambah nafsu makan. Setiap bagian pohon pepaya dapat dimanfaatkan, mulai akar, batang, daun, buah, bahkan biji buahnya.
Artikel ini hanya akan membahas manfaat daun pepaya, karena satu bagian ini pun sudah memiliki banyak manfaat.
1.Pelembut daging.
Para ibu rumah tangga mungkin sudah tidak asing lagi dengan khasiat daun pepaya untuk melunakkan daging. Kandungan getah (lateks) dalam daun yang akan meresap ke dalam daging dan melunakkannya. Caranya, masukkan daun pepaya dalam rebusan daging, atau bungkus daging dalam daun pepaya ketika direbus.
2.Obat jerawat.
Tahukah Anda, daun pepaya juga dapat mengatasi jerawat yang membandel? Caranya, ambil 2-3 lembar daun pepaya tua. Jemur sebentar kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu, tambahkan satu setengah sendok air. Lalu oleskan ramuan tersebut pada bagian wajah yang terkena jerawat seperti memakai masker. Biarkan beberapa saat, kemudian bilas hingga bersih.
3. Menambah nafsu makan.
Tak sulit membuat ramuan penambah nafsu makan ini, siapkan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir. Semua bahan dicampur, ditumbuk atau diblender, kemudian disaring untuk diambil airnya kemudian diminum. Ramuan ini aman, bahkan untuk anak-anak sekalipun.
4. Antikanker.
Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker, sebagaimana dikutip dari Journal Society of Biology. Getah ini otomatis didapatkan saat kita mengkonsumsi daun pepaya, dimasak dengan cara apa pun.
5. Memperlancar pencernaan.
Senyawa karpain yang dikandung daun pepaya ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.
6. Pengontrol tekanan darah.
Caranya, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan setengah liter air. Rebus terus hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis.
7. Obat demam berdarah.
Campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak, kemudian dinginkan sebelum diminum.
8. Obat nyeri haid.
Ambil 1 lembar daun pepaya, asam jawa dan garam secukupnya. Rebus dengan segelas air hingga masak. Dinginkan sebelum diminum
Posted on on Februari 7th, 2009 in Kanker, Memperlancar pencernaan, Pelembut daging, Pepaya, darah tinggi, demam berdarah, jerawat, nafsu makan | No Comments »
Kembang Pukul Empat
Nama populernya kembang pukul empat. Tanaman obat ini terkenal untuk mengobati jerawat. Dan tak hanya itu, bisul dan kencing manis, keputihan dan payudara bengkak, juga dapat di sembuhkan dengan tanaman ini.
Selain nama di atas, tanaman ini punya nama lain. Kembang pagi sore, bunga waktu kecil (Sumatra); Kederat, segerat, tegerat (Jawa), Kupa oras, cako raha (Maluku); Bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki (Sulawesi); Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa (Sulawesi) dan Zi Mo li (China);
Pemakaian luar:
1. Untuk pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema, lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci. Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).Cara Pemakaian:
2.Untuk Acute arthritis:
akar segar direbus, minum. Bila badan panas, ditambah tahu, bila badan dingin ditambah kaki sapi, Bunga putih sebanyak 120 gr. direbus, minum.
3. Untuk bisul:
* Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang pukul empat dilayukan di atas api, kemudian dioleskan sedikit minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan di atas bisul.
* 10 lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya, Ialu dibalut.
* Akar segar dibuang kuhtnya, kemudian dilumatkan dan ditambah gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 x (dua kali).
4. Untuk jerawat:
buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak. Tepung bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan.
Wanita hamil dilarang pakai. Untuk merebus, tidak boleh memakai bahan dari besi (panci, sendok, dan lainnya)
SISTEM INSTRUMENTASI ELEKTRONIK
Abstrak
Penggunaan instrumentasi elektronik baik yang sederhana maupun yang otomatis/modern, telah banyak digunakan dalam pengamatan meteorologi dan geofisika oleh BMG. Perkembangan metode pengamatan tersebut haruslah diikuti dengan kemampuan dan pengetahuan sumber daya manusia dilingkungan BMG, terutama dalam hal pengoperasian dan perawatan alat-alat pengamatan. Dalam tulisan ini akan diberikan sedikit gambaran tentang sistem dasar yang digunakan dalam sebagian besar alat-alat elektronik, terutama yang berhubungan dengan instrumentasi elektronik pengamatan cuaca/iklim. Diharapkan dengan adanya tulisan ini, para pengamat/teknisi BMG didaerah nantinya dapat mengetahui lebih jauh tentang sistem instrumentasi elektronik. Sehingga dapat mempermudah pengoperasian dan perawatan alat-alat elektronik yang digunakan dalam pengamatan di stasiun.
1. PENDAHULUAN
Sistem pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara manual atau dengan menggunakan instrumen/alat. Adapun sistem instrumen terbagi pula menjadi dua, yaitu dengan sistem mekanik dan elektronik. Sistem instrument elektronik secara garis besar terbagi menjadi 5 bagian dasar, yaitu: tranducer, power supply, signal conditioner, amplifier dan recorder (lihat gambar 1).






Gambar 1. Blok diagram sistem instrumen elektronik
Tranduser merupakan bagian terdepan yang berhubungan langsung dengan objek yang diukur, adapun daya untuk menggerakan sistem ini diberikan oleh power supply. Perubahan fisis dari objek yang diukur kemudian diubah oleh tranduser menjadi besaran listrik (umumnya memiliki perubahan yang sangat kecil). Setelah melalui pengkondisian sinyal dalam signal conditioner, kemudian sinyal listrik yang sangat kecil tersebut diperkuat di amplifier agar mudah untuk diolah dan dimonitor. Untuk alat-alat elektronik sederhana, output dari amplifier ini umumnya langsung dihubungkan dengan display unit seperti jarum penunjuk, sevensegment atau liquid cristal display (LCD). Sedangkan pada alat-alat elektronik otomatis, output amplifier tersebut kemudian dihubungkan dengan recorder unit untuk dilakukan perekaman (contoh: kertas pias, printer, data logger atau komputer). Pada alat elektronik modern, recorder unit ini dilengkapi pula dengan software untuk pengontrol dan pemroses data sehingga output yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan lebih informatif. Output data inilah yang selanjutnya digunakan untuk analisa atau dipancarkan bila alat tersebut telah dilengkapi dengan transmitter unit seperti pada AWS.
2. SENSOR ATAU TRANDUCER
Sensor adalah alat untuk mendeteksi / mengukur sesuatu yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor itu sendiri terdiri dari transduser dengan atau tanpa penguat/pengolah sinyal yang terbentuk dalam satu sistem pengindera.Tranduser adalah suatu peralatan atau analog devices yang berfungsi untuk mengkonversi suatu perubahan mekanis atau perubahan fisis yang terukur menjadi besaran listrik sehingga dapat dilihat/dimonitor. [setelah dilewatkan melalui pengkondisi sinyal]. Karakteristik terpenting sebuah transduser adalah aspek linearitas, sensitivitas, dan temperatur operasional yang ditentukan oleh sensor di dalam transduser, dimana output akhir yang dihasilkan adalah keluaran sinyal listrik.Transduser dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: tranduser pasif dan aktif. Dikatakan tranduser pasif apabila energi yang dikeluarkannya diperoleh seluruhnya dari sinyal masukan. Sedangkan tranduser aktif memiliki sumber energi tambahan yang digunakan untuk output sinyalnya, adapun sinyal input hanya memberikan kontribusi yang kecil terhadap daya keluaran.
Ø Klasifikasi Sensor
Terdapat beberapa tipe sensor yang berdasar pada :
· Keperluan Power Suplaynya
ü Pasif, sensor yang tidak memerlukan power supply pada saat bekerja, outputnya muncul akibat adanya rangsangan atau dikatakan sensor pasif apabila energi yang dikeluarkannya diperoleh seluruhnya dari sinyal masukan.mis. Termocouple, piezoelectric, microphone.
ü Aktif, sensor yang memerlukan power supply dari luar agar sensor tersebut dapat berfungsi atau memiliki sumber energi tambahan yang digunakan untuk output sinyalnya, adapun sinyal input hanya memberikan kontribusi yang kecil terhadap daya keluaran.

· Sifat Dasar dari Sinyal Outputnya
ü Analog Sensor, sensor yang memberikan sinyal kontinyu dari besaran yang diukur. Semua besaran fisika pada dasarnya adalah analog
ü Digital Sensor, sensor yang outputnya bersifat diskrit
Ø Macam-macam sensor
· Proximity Sensor atau Sensor Kedekatan, yaitu sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya target (jenis logam) dengan tanpa adanya kontak fisik. Sensor jenis ini biasanya tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindunginya dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor ini dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil/lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. Prinsip kerjanya adalah dengan memperhatikan perubahan amplitudo suatu lingkungan medan frekuensi.
· Sensor Magnet - juga disebut relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembaban, asap ataupun uap.
· Sensor Sinar - terdiri dari 3 kategori.
ü Fotovoltaic atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
ü Fotokonduktif (fotoresistif) yang akan memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya, semakin tinggin intensitas cahaya yang terima, maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya.
ü Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.
· Sensor Efek-Hall - dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan perubahan posisinya. Perubahan medan magnet yang terus menerus menyebabkan timbulnya pulsa yang kemudian dapat ditentukan frekuensinya, sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan.
· Sensor Ultrasonik - bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasarpenginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek padat, cair, butiran maupun tekstil.
· Sensor Tekanan - sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.
· Sensor Suhu- ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan : thermocouple (T/C), resistance temperature detector (RTD), termistor dan IC sensor.
ü Thermocouple, terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan/dilebur bersama, perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding.




ü Resistance Temperature Detector (RTD) didasari pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas.


ü Termistor, resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per oC sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil.
ü IC Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear.










Sensor Kecepatan/RPM - proses penginderaan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.
Sensor Penyandi (Encoder) digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi,
ü Penyandi rotari tambahan (yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing putaran) yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar.
ü Penyandi absolut (yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut) mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu.
3. POWER SUPLAY (CATU DAYA)
Tranduser pada dasarnya memerlukan energi atau tenaga untuk dapat beroperasi, sehingga diperlukan sebuah penyuplai daya dalam bentuk constant-voltage atau constant -current power supply. Power supplay dapat diambil langsung dari jalur listrik PLN atau menggunakan sumber listrik lain. Untuk alat-alat elektronik otomatis yang dioperasikan jauh dari jalur listrik PLN, biasanya menggunakan power supply dari baterai atau solar cell. Instrumen-instrumen elektronik umumnya menggunakan arus searah (DC), sehingga bila sumber tegangan masih dalam bentuk arus bolak-balik (AC) maka diperlukan pengubah arus. Rangkaian elektronik sederhana untuk penyearah arus dapat dilihat seperti gambar 3.1.







Gambar 3.1. Rangkaian sederhana penyearah arus dan sinyal output yang dihasilkan.
4. SIGNAL CONDITIONER ( PENGKONDISIAN SINYAL)
Keluaran Sinyal dari transduser umumnya masih tercampur dengan noise atau sinyal-sinyal lain yang bukan bersumber dari objek yang diukur (parasitic signal). Bila dibiarkan, hal ini jelas akan menimbulkan penyimpangan terhadap output data yang dihasilkan sehingga diperlukanlah sebuah filter yang dapat menghilangkan sinyal-sinyal parasit tersebut agar tidak tercampur dengan sinyal data yang diamati. Tipe-tipe dari filter yang umum digunakan diantaranya adalah :
Low-Pass Filter = High-Cut FilterFilter ini berfungsi untuk menghilangkan tegangan/amplitudo yang melebihi dari batas toleransi yang dibuat, sehingga sinyal-sinyal lain yang tidak diharapkan seperti noise dapat dihilangkan. Rangkaian elektronik sederhana low pass filter dapat dilihat pada gambar 4.1. Gambar. 4.1. Rangkaian Low Pass Filter




High-Pass Filter = Low-Cut FilterFilter ini berfungsi untuk menghilangkan tegangan/amplitudo yang kurang dari batas toleransi yang dibuat (lihat gambar 4.2). Gambar 4.2. Rangkaian High Pass Filter



Band-Pass FilterFilter ini berfungsi untuk menghilangkan tegangan/amplitudo yang kurang atau melebihi dari batas toleransi yang dibuat (membatasi sinyal input pada range tegangan/amplitudo tertentu). Gambar 4.3. Rangkaian Band Pass Filter.





Reject Filter Gambar. 4.4. Rangkaian Reject Filter









5. AMPLIFIER
Amplifier digunakan hampir dalam setiap sistem instrumentasi untuk menaikan sinyal yang lemah dari tranduser menjadi sinyal yang lebih kuat agar dapat digunakan pada alat pengukur atau untuk keperluan recorder. Bentuk grafik antara input tegangan dan outputnya dari amplifier dapat dilihat pada gambar 5.1.






Gambar 5.1. Grafik antara input dan output tegangan dari amplifier.
Jenis - jenis Amplifiers
a. Noninverting Amplifier
Merupakan penguat tegangan dengan nilai output sama phase dengan nputnya (input positif, output positif). Besarnya penguatan tegangan output dan rangkaian elektroniknya dapat dilihat pada gambar 5.2


Gambar 5.2. Rangkaian Non Inverting Amplifier dan persamaantegangan inputnya.


b. Inverting AmplifierMerupakan penguat tegangan dengan nilai output berbeda phase 1800 dari inputnya (input positif menjadi output negatif). Besarnya penguatan tegangan output dan rangkaian elektroniknya dapat dilihat pada gambar 5.3.



Gambar 5.3. Rangkaian inverting amplifier dan persamaan tegangan outputnya.
c. Differential AmplifierBerbeda dengan inverting/noninverting amplifier yang hanya memiliki input tegangan sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mV), pada differential amplifier dapat memiliki tegangan input yang dapat diset melalui V1 dan V2. Gambar rangkaian dan persamaan differential amplifier dapat dilihat pada gambar 5.4.





Gambar. 5.4. Rangkaian dan persamaan output dari differential amplifier.
d. Differentiator AmplifierDifferentiator menghasilkan tegangan output yang proposional terhadap perubahan input (membentuk persamaan garis diferensial). Gambar rangkaian dan persamaan differentiator amplifier dapat dilihat pada gambar 5.5






Gambar 5.5. Rangkaian dan rumus output differentiator amplifier.
e. Integrator AmplifierIntegrator menghasilkan tegangan output yang proposional terhadap perubahan input (membentuk persamaan garis integral). Gambar rangkaian dan persamaan integrator amplifier dapat dilihat pada gambar 5.6.





Gambar 5.6. Rangkaian dan rumus output integrator amplifier.
6. RECORDER
Ø Recorder Sistem Analog
· Input ImpedansiInput impedansi harus memiliki kisaran impedansi sebesar 1,000,000 ohm, hal ini dimaksudkan agar dapat memperkecil kehilangan tenaga “p” sehingga dapat menghasilkan kesalahan pengukuran sebesar nol.p = v / Zm Zm = input impedance• SensitivitasPerbandingan pergerakan pena/pointer dengan tegangan pada instrumen, dapat diukur dengan persamaan:S = d / Vi Vi = d SR S = SensitivitasD = pergeranan pena/pointer pada instrumen analog.Vi = voltage yang akan diukurBeberapa alat perekam /recorder dibuat dengan sensitivitas tegangan/ voltage sensitivty ~ SR (SR = 1 / S)SR = 1 / S, menggambarkan nilai tegangan persatuan panjang.• RangeRange adalah kisaran tegangan atau besarnya tegangan aktual yang dapat direkam oleh recorder. Perbandingan lebar skala/chart dengan sensitifitas dinyatakan dengan :v* = d* / S = d* SRv* adalah maximum voltage atau range dan d* adalah lebar skala/chart.
Ø Sistem Recorder Digital
Digital merupakan suatu sistem pembacaan yang berbasis binery atau sistem pembacaan dua angka (1 dan 0). Sistem digital ini biasa pula disebut dengan sistem “ON - OFF” karena prinsipnya hampir sama seperti saklar. Metode pembacaan yang sangat sederhana ini ternyata pada perkembangannya memiliki aplikasi yang sangat besar dalam dunia elektronik, sehingga dewasa ini sistem digital telah banyak menggantikan sistem analog. Namun satu hal yang perlu diperhatikan bahwa sinyal-sinyal yang dikeluarkan oleh alam ini hampir semuanya berbentuk analog, seperti gelombang suara, perubahan suhu udara,perubahan tekanan udara, perubahan kelembaban dan lain-lain. Karena salah satu fungsi dari instrumentasi elektronik yang dibuat adalah untuk mengukur perubahan fisis yang terjadi di alam, maka jelas nantinya akan berhubungan dengan sinyal-sinyal berbentuk analog. Hal ini menyebabkan dibutuhkannya sebuah perubah sinyal (converter), baik dari bentuk Analog to Digital Converter (ADC) maupun dari bentuk Digital to Analog Converter (DAC).





Gambar 6.1 Prinsip Dasar Perekam Digital
Perubah Analog ke Digital (Analog to Digital Converters -ADC)
Perubahan besaran fisis di alam yang umumnya berbentuk sinyal analog, dideteksi oleh sensor kemudian diubah dalam bentuk digital agar mudah diproses oleh perangkat elektronik. Sinyal digital yang hanya berbentuk 1-0 (ON-OFF) ternyata lebih mudah dan lebih cepat diolah dalam perangkat elektronik dengan hasil data lebih baik. Rangkaian pengubah sinyal analog ke digital dapat dilihat seperti gambar 6.2






Gambar 6.2. Rangkaian elektronik ADC








Gambar 6.3. Contoh rangkaian ADC tipe SAC
Perubah Digital ke Analog (Digital to Analog Converters - DAC)
Sinyal-sinyal digital yang berasal dari alat/instrumen elektronik, bila ingin ditampilkan kembali dalam bentuk seperti semula (seperti sinyal di alam-misalnya berbentuk suara) maka perlu diubah kedalam bentuk analog kembali.Rangkaian elektronik untuk mengubah sinyal digital ke analog dapat dilihat seperti gambar 6.4.





Gambar 6.4. Rangkaian elektronik DAC




Gambar 6.5. Blok Diagram DAC
DAFTAR PUSTAKA
Arsip
Taman Alat Dan Sangkar Meteorologi
Pengenalan Alat-alat
Alat-alat Klimatologi Konvensional
Air Pasang Tabunio Bukan Tsunami
Peralatan Kualitas Udara (KU)
AWS (Automatic Weather Station)
Sistem Instrumentasi Elektronik



window.google_render_ad();



window.google_render_ad();

Tag-tag
Aerosol Air Pasang Alat-alat Klimatologi alat meteorologi amplifier Automatic Weather Station AWS Banjir converter Elektronik Instrumentasi jenis alat Konvensional Particular Matter Sangkar Meteorologi Taman alat Tsunami
Copyright © 2009 Staklim Banjarbaru Article.
Powered by WordPress.
This page loaded in 1,595 seconds with 27 database queries.
TUGAS :
PENJELASAN ULANG DARI MAKALAH
BLOK DIAGRAM
GRAFIK SUHU
RANGKAIAN